Hai Abang...Hai Adek....

Bacalah !
Tapi ingatlah selalu...belajar bukan cuma dari buku.

Selasa, 20 Desember 2011

PEDANG PORA

Berawal dari Abang yang semalam memberitahukan bahwa dirinya sedang mengikuti gladi resik Pedang Pora. Emmm.....tau sih Pedang Pora...tapi cuma sebatas upacara ala militer aja. Nah...gara-gara itu, semalaman jadi penasaran. Apalagi speedy lagi ngambek....huaaaa....tambah susah aja cari tahunya. Banyak pertanyaan2 yang mesti ditunda jawabannya sampai dengan siang ini. Terpaksa deh harus ke kantor untuk searching...biar ga penasaran.

Ada beberapa hal yang mengganggu semalam, (selain bayangin wajah Abang yang bawa pedang juga..:P) :
  1. Siapa aja sih yang berhak atas upacara Pedang Pora itu ? Kenapa temen Neng yang kemaren nikah dengan TNI (dan sekarang mau nikah lagi yang kedua kali...:)) ga pake acara Pedang Pora ya ?
  2. Bagaimana prosesi Pedang Pora itu dilaksanakan ?..Mengingat Neng jarang lihat...atau jujurnya baru sekali lihat. Maka beranggapan itu bukanlah hal yang penting untuk diingat...so what for gitu lho?
  3. Apa aja sih kelengkapan Pedang Pora itu ?...Apa pedangnya bisa dibeli dari Malioboro ? :P
And then...bertambahlah setitik pengetahuan Neng dari samudra pengetahuan-Nya yang sangaaaaaaat luaaassss. Buat bekal sotoy-sotoyan ama teman juga sih. Hahahaha...these are the answers :
  1. Rupanya upacara Pedang Pora ini bukan hanya untuk acara pernikahan saja. Walaupun lebih banyak digunakan untuk resepsi pernikahan, Pedang Pora ini bisa juga digunakan untuk acara resmi kemiliteran, seperti alih jabatan Kapolres salah satunya. Namun acara ini lazim digunakan untuk kalangan TNI yang masih aktif. Pedang panjang yang digunakan biasa disebut Pedang Pora, menandakan bahwa personil tersebut adalah Perwira. (Emmm...Letnan Dua keatas yaaa...berarti suami kawanku itu bukan Perwira doong). Satu lagi yang biasa digunakan adalah Kadga/Ponyet Pora. Bentuknya lebih pendek dari pedang. (Jangan tanya berapa cm nya...sama jg ga tahunya euy...besok-besok kalo ada keduanya, Neng ukur deh...). Biasa dipakai pada upacara untuk para Taruna. Prinsip dan aturan upacaranya sama, penggunaan keduanya tergantung pada kebanggan dan tradisi yang biasa dipakai.
  2. Prosesi Pedang Pora adalah sebagai berikut : (sambil bayangkan para Perwira yang ga ada kerjaan bawa pedang :P)
  • MC sebagai pembuka acara, memberitahukan bahwa acara Pedang Pora akan dimulai.. (sedikit prolog tentunya...free memory)...
  • Hadirin dimohon berdiri…Pasukan disiapkan …
  • Laporan Komandan Pedang Pora …
  • Hunus pedang. Pertama- Pedang terhunus melambangkan bersikap dan berjiwa ksatria (baja hitam?..protes aja lu, Neng) Kedua- Formasi dua syaf berhadapan melambangkan pintu gerbang suka dan duka dalam kehidupan. (Hah...kenapa tidak pintu bahagia saja yang ada????) Ketiga- Melewati pagar pedang yang mengandung makna kehidupan ini banyak rintangan.
  • Formasi berbanjar
  • Formasi melingkar
  • Payung pedang pora : pedang membentuk payung, formasi ini mengandung makna bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan selalu melindungi.
  • Pemasangan cincin
  • Penyerahan seperangkat pakaian persit KARTIKA CHANDRA KIRANA (ingat bukan Persib lho yaaaa)
  • Tegak pedang . Pembacaan Puisi (???...Aku..Kalau sampai waktuku kumau tak seorang kan merayu...tidak juga kau...????)
  • Menuju tempat yang disediakan
  • Sarungkan pedang
  • Laporan komandan Pedang Pora
  • MC tutup acara
3. Kelengkapan Kadga/Pedang Pora adalah sebagai berikut :
  • Kalungan Bunga ( Melati / Anggrek ).
  • Bunga tangan.
  • Kaos tangan
  • Lilin bor Putih / Merah Jambu
  • Baki dan Taplak
  • Kadga/Pedang
  • Cincin dan Tempatnya
  • Ra nganggo dupa lhooo....
Pliss jangan tanya itu untuk apa dan kapan digunakan...silahkan mengarang sendiri berdasarkan urutan prosesi di atas. Mengenai masalah pedang/kadga nya beli di Malioboro atau bukan...saya juga ga tahu...mungkin ada juga yang nyewain ya (*siap-siap dimarahi polisi*)
Finally, I wanna beside my sons now...go home...and spend my holiday with them.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar